Selasa, 30 September 2014

The Swimmers (2014)

The Swimmers, film horror Thailand, yang mana nggak pernah mengecewakan. Masih inget dengan Pee Mak? Walaupun nggak bisa dikategorikan horror sejati dan memang lebih banyak komedinya, namun pee mak tetep bisa bikin gue tutup kuping ketika nonton filmnya (kenapa tutup kuping? karena kalo selain tutup idung saya ga bisa napas, tutup kuping bisa meredam kengerian sebuah film horror, tips ini bisa diterapkan bagi anda yang lemah jantung  tapi ngotot suka film horror). Atau masih inget film Shutter? Film horror yang bikin gue ga bisa tidur dan ikutan depresi karena hantu yang nggendong di leher si pemeran utama ini, masih tetep bertengger di TOP list film horror versi gue.

Anyway, Swimmers memang belum bisa ngegeser Shutter dr top list gue, tapi film ini bisa gue kategorikan ke film anjing ngeri banget! Ceritanya bagus (bagus disini maksudnya bermakna ga kayak sinetron2 indonesia jaman sekarang, yang kalo ke sekolah ga pernah belajar, tapi malah pacaran) bawa pesan2 yang OK banget buat anak remaja sekarang ini. Sekolah dan berprestasi itu PENTING lho adek adeeeek.. Sekalipun menyampaikannya nyesek banget sih, tapi yes we got the point.

Ceritanya adalah ada 2 orang sahabat dimana mereka akhirnya berbagi 'pacar' (maksudnya film ini dimulai dengan cinta segitiga ABG picisan  gitu deeh), yang akhirnya salah satu temennya ini ngehamilin si pacar bersama ini. Namanya anak muda ya booook, kalo panik suka kelepasan, nah anak muda yang menghamili pacarnya ini panik dan kelepasan akhirnya bunuh membunuh lah.

Kemunculan hantu yang tidak dipaksakan dan selalu dengan porsi yang pas selalu bikin gue menghentakkan kaki karena takut, dan selalu berhasil buat mbak-mbak di sebelah saya ngejerit-jerit dan minta tukeran tempat duduk sama temennya (ya film ini jadi macam film komedi kalo kalian dapet duduk disebelah mbak-mbak yang ga suka nonton film horror dan modal dibayarin nonton sama temennya biar ada kegiatan aja). Dan kenyataan bahwa sebenrnya dia ga dihantui oleh para hantu melainkan dihantui sama perasaan bersalah dia sendiri ini, membuat twist filmnya jadi melengkapi film ini!

Keseruan lainnya adalah untuk tante-tante penyuka ABG berdada bidang ini? Film ini cukup memuaskan tante untuk melihat dada bidang bebas bulu!

Rating
4/5

The Equalizer (2014)


The Equalizer, sebuah film mata-mata yang patut disamakan levelnya dengan Bourne Identity trilogy. Berlebihan? Saya rasa tidak, seorang mata-mata tidak seharusnya tergopoh-gopoh ketika berlari, tidak pernah melakukan kesalahan yang berarti namun tidak berarti ia akan panik ketika ia mengetahui ia melakukan kesalahan, tidak berhenti berusaha ketika dia sudah terpojok, tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Robert McCall seorang mantan mata-mata amerika yang memalsukan kematiannya sendiri dan memulai hidup baru sebagai 'orang biasa'. Namun ditengah kehidupannya yang 'biasa'  terjadilah beberapa ketidak adilan terhadap orang-orang disekitarnya. Saat itulah ia tersadar bahwa ia harus menegakkan keadilan. Cheesy? Yes, but it's still worth to watch!

Cuma ada beberapa kritik yang bisa gue paparkan disini:
1. Untuk seseorang yang berusaha menjadi 'Loner', dia terlalu banyak melibatkan orang dalam kehidupannya.
2. Gue kurangsetuju dengan tingkat kesadisan geng Russia nya deh, Sang mantan mata-mata justru jauh lebih sadis, datar dan nggak pakle effort setiap membunuh musuhnya.
Tapi semua kekurangan tersebut dapat dimaafkan dengan semua adegan sadis dan rapi yang dilakukan oleh Robert.

Rating
4/5

Kamis, 18 September 2014

Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno (2014)

It deserves 5 stars!!!!!!!!
Bintang dari segala bintang dengan kualitas super! Hahahaha gue ga exaggerating kok dengan bagusnya film ini.. Melebihi dari kepuasan gue nonton film lucy, dan bahkan the magnificent Maleficent!

Drama nya pas, actionnya BANGET, romantisnya ada, komedinya tidak berlebih, detailnya dasyat, art nya dapet! Ini merupakan film terkomplit dari semua film yang udah pernah gue tonton sebelumnya.

Salju yang turun tipis tipis pada scene dimana Kenshin menolong seorang anak bernama Eiji menurunkan jenazah Bapak dan Ibunya, yang mana mereka digantung di sebuah pohon oleh kroni-kroninya Shishio, cukup membuat adegan sederhana seperti memutuskan tali penyangga jenazah-jenazah tersebut menjadi semakin dramatis.

yang membuat film ini semakin sempurna adalah jurus andalan Batousai Himura yang legendaris itu, yang sekali tebasan pedang lalu sang musuh mati ituu, yang kalo di anime nya dengan adegan gelap gulita dan tiba2 muncul garis merah (darah) segaris layaknya sayatan sebilah pedang ituuuu!! ADA LHO DI FILM INI!!! AAAAH saya mau teriak rasanya... hhahahahah

Kucing-kucing yang ada di film ini juga menambah manis filmnya. Baik kucing yang digendong-gendong sama kakek Kashiwazaki Nenji maupun kucing yang bingung ketakutan cari tempat berlindung ketika kroni nya Shishio menyerang Kyoto, SEMUANYA LUCUK MENGGEMASKAN! mintak dikunyah semuanya! (ini kok kayaknya jadi film holor sih)

Cuma satu aja sih yang mengganggu buat gue, Sojiro Seta, dia ini merupakan musuh Kenshin yang paling gue suka! Karena permainan pedangnya yang paling mendekati  keahlian pedang Kenshin, mereka bertarung dengan kecepatan dan kemampuan yang hampir sama! Nah masalahnya di film ini, tokohnya kurang 'cantik', mukanya masih agak kasar dan keras. Tapi detail hentakan kakinya ketika sebelum dan setelah dia menyerang musuhnya ini memaafkan kekurangan kecantikannya dia.

eh satu lagi hal yang mengganggu buat gue, dikit aja kok, itu kenapa kenshin punya tai lalet di mukanyaaaaaaa???? hahahahahahahah #GakPenting

Jadi bagi kalian pecinta Kenshin baik itu dalam bentuk komik maupun anime nya, serta para pecinta kucing, mending nonton deh film ini.. Aslik ga bakalan nyesel!

Tapiiii ada sebagian orang yang ternyata ga suka film nggantung di akhir sebuah film, gue kasih tau aja ya, ini film bersambung, jadi siap2 aja kecewa di akhir film nanti, kalo gue sih langsung kegirangan begitu tau bakal ada film selanjutnya.. hihi

Rating
5/5

Selasa, 16 September 2014

The November Man (2014)

"Know what we used to call you Petter? The November Man, Cause after you passed through, nothing lived. You were one bleak motherfucker my friend."

Untuk seorang agent yang ngebunuh semua orang tanpa terkecuali, terlalu banyak dan fatal detail2 yang dia lewatin!

Untuk CIA yang ngejar seorang agent veteran, mereka lebih banyak melakukan kesalahan dan melewatkan detail dari mantan agentnya. CIA bisa ga tau kalo mantan agentnya punya anak dari agent rahasia lainnya. 

Untuk seorang pembunuh bayaran handal yang jalan2 menggunakan high heels, dan matanya jelalatan ketika mencari seorang terget, bisa mati dengan mudah hanya karena sebuah sekop.

Untuk sebuah film bergenre action, film ini terlalu drama, masaa seorang agent handal di tengah 'pertempurannya' masih bisa ke club malam, having sex and fall a deep sleep? Bahkan James Bond (yang selalu punya bond girls di setiap filmnya) masih tetep 'sadar' setlah lelah bercinta (jijik banget bahasa gue). So do you still can call it an action movie?

Ga semua tentang film ini jelek kok... It has a really good twist (nggak kok ga bakal di spoiler-in), walaupun twist nya juga bikin para agents ini semakin terlihat bodoh.

Mungkin ada baiknya kalo mau buat film yang berbau agent CIA, FBI, KGB atau TGIF (bukan nama sebuah organisasi rahasia) nonton dulu Bourne Identity.

Rating
1/5

It's a start!


Pembuatan blog ini semata-mata hanya karena, sepertinya, saya mulai mengganggu time line teman-teman saya di sebuah media sosial (sebut saja PATH, nama sebenarnya), ketika saya meracau mengenai sebuah film yang telah saya tonton. Salah satu teman saya itu (sebut saja Nurul, ya lagi-lagi nama sebenarnya) memberikan saya ide untuk membukukan mem-blog-an semua review saya mengenai film2 tersebut, mungkin menurutnya, "Dari pada ngotorin time line gue, dan memberikan spoiler-spoiler ga jelas, mendingan lo buat blog deh mi!" Kata Nurul. (ini fitnah yang memang sengaja saya buat untuk teman saya itu, iya kamu! aku yakin kamu pasti baca! link ini kan udah aku post di media sosial itu juga. Mehehehe), maka saya persembahkan blog ini untuknya. Padahal dia ga tau aja, saya masih tetap akan ngotorin timeline nya dia dengan spoiler2 film lainnya. :D

Inti dari pembuatan blog ini sih biar Nurul anteng aja dipojokkan kayak kerang saya exist aja, kayak para reviewer film yang kawakan dan dibayar gituuu, tapi kayaknya masih jauh deh dari standar penulisan mereka. Jadi mohon maaf jika penulisan tidak standar EYD ataupun penilaian saya terhadap sebuah film berbeda dengan anda ya, udah saya peringatkan lho disini, saya minta maaf kalo penilaian saya berbeda dengan anda. Semua penilaian film bener-bener hanya dari pandangan awam saya terhadap sebuah film, jangan sekali lagi JANGAN jadikan review saya ini untuk patokan anda menonton atau tidaknya sebuah film ya..


Salam sayang selalu
Mia :)