Untuk sebuah definisi horror film ini sudah memenuhi syarat: Tegang, ada hantunya (terserah mau
tuh hantu nyeremin apa nggak, dalam kasus film ini sih NGGAK!), musik yang
ngagetin (nggak se menggangu annabelle sih, namun cukup buat kaget), dan para talents yang cukup sedap dipandang mata (Nggak! Ouija bukan tipe film horor B rated yang jualan BH selama film, dia cuma jual cewek cantik muka baik baik, kalo boleh minjem istilah temen saya, Mahendra). Kalo boleh pinjem bahasa Mahendra lagi sih: Ouija ini mencoba untuk menyamai Insidious dengan menghadirkan horor dengan cerita flashback masa lalu rumah tua. Yang gue heran setelah Insidious berhasil buat para penonton termehek2 kaget nontonnya, kenapa sekarang ini film horor kiblatnya ke Insidious terus, belom lagi judul insidious itu sendiri kayak semacam tiket menuju sukses sebuah film horor, sekarang sering banget liat tulisan FROM THE CREATOR OF INSIDIOUS' di beberapa trailer film horor baru.
Twist di akhir cerita yang membuat film ini jadi lumayan, walaupun mudah
ketebak bagi org yg sering ntn horor atau detektif2an sih, tapi gue ga
bisa nebak sampe 20 menit terakhir film ini, lebih karena gue ga
kepikiran kalo film ini punya twist, setelah dikasi annabelle yang
lempeng gitu aja kali ya :p.
Jadi kalo mau di kesimpulkan mungkin seperti ini: film ini satu bintang
diatas annabelle empat bintang di bawah shutter (move on miii!) kalo
cuma buat ngelitikin jantung mah lumayan laaah..
Rating:
2/5




















