Rabu, 22 Oktober 2014

Rurouni Kenshin: The Legend Ends (2014)



Setelah berhasil buat gue berkaca2 dengan keindahan di setiap adegan di film kedua, film ketiga ini berhasil membuat gue kecewa pada setengah film pertama, namun segera memaafkan seluruh kesalahannya di setengah film terakhir.

Harusnya sih gambar ini bener2 menggambarkan kata 'drama' yang gue maksud ya :D

Banyak pengalaman baru yang gue alami di film ini, Saito yang sempat beberapa menit berhenti merokok pada saat normal, terciptanya nama Kenshin, guru kenshin yang selama ini ga pernah diceritain (yang ternyata ganteng dan matang, macam house MD gitu deh tingkat nyebelin dan kematangannya), rambut kenshin yang ternyata ga pernah berubah dari jaman kecil, kenshin ternyata bisa ngos-ngosan (yaiyalaaah ya keleus lawan guru besarnya ga ngos2an), dan Sojiro ternyata punya ekspresi lain selain senyum.

Filmnya terlalu drama (siap2 nguap ya di tengah film pertama), dan terlalu banyak sisipan kalimat mario teguh (kata2 yang 'katanya' membangun dan memotivasi). Seperti misalnya adegan yang lebay ini: Misao yang sok2 nangis dan teriak kata2 mario teguh ketika kenshin telah memenangkan pertandingan dengan Aoshi yang mana pada saat bersamaan Kashiwazaki nya muntah darah, nyuruh kenshin untuk cepet pergi secepatnya untuk ngejar shishio (padahal sisio mah pasti nunggu kenshin ga sih? plus katanya kenshin cepet banget larinya kalo timbang naek 10 anak tangga doang mah ga bakal menghilangkan waktu setengah hari cuma buat liat keadaan si kakek yg muntah darah itu).

 Aoshi (nekat) nantang Kenshin


Atau adegan dimana sang guru (lagi lagi) ceramah ala ala mario teguh di tengah hutan bambu, seharusnya adegan ini bakalan jadi bagus banget kalo isinya cuma latihan tanding antara guru dan murid. Agak sayang kan kalo Tempat seindah (liat gambar dibawah) ini cuma dipake untuk ceramah ala-ala Mario Teguh?

 Si guru matang yang akhirnya ngajakin Kenshin berantem juga


TENANG PEMIRSAH! Film ini langsung berubah rating jadi 5 ketika memasukki adegan 'perang'. Fighting scene nya bikin ga bisa napas! Koreografinya EDAN! Gerakan kecil seperti bertumpu pada tiang kapal untuk memutar balikkan badan ini berhasil dapat menambah efek 'cepat' pada perkelahian yang sedang terjadi dan menunjukkan ke akuratan perhitungan Sojiro ketika bertanding melawan kenshin. Seluruh gerakan bener2 dipikirkan secara detail! ASLIK KEREN BANGET!

  Salah sedikit adegan berantem yang gue suka banget, antara Sojiro dan Kenshin.

 Masih ga percaya kalo fighting scenenya keren banget?

Dan terakhir... SENYUMAN kenshin di akhir film bikin gue meleleh (kali ini penilaian subjektif) wahahaha

Rating:
3.5/5

Rabu, 15 Oktober 2014

The Maze Runner (2014)

Secara cerita ga ada yang baru, film bergenre ABG tampans lari2 sekarang ini emang lagi digandrungi oleh holiwut, dimulai dengan vampires tampan berdada bidang di twilight saga, dan mas2 bertato ala2 prison break di divergent, sudah nyolong start untuk mengambil hati para wanita yang haus akan lelaki berdada bidang seperti saya ini. Bahkan kalo mau oldskul lagi, will smith sudah jauh lebih dulu lari2 tampan dengan setengah telanjang dada di bad boys. *toyor pala ndiri* FOKUS MI!!

Maze runner ini mengusung genre sadis tapi kiyut movie, ini genre film terbaru di holiwut, mereka lagi seneng2 nya bikin cerita pembunuhan yang dilakukan oleh sekelompok anak2 imut (this is way much creepier than sumanto the man eater!).... Seperti contohnya the girl who volunteer as tribute Katniss di Hunger games. Nah maze runner ini juga ga jauh2 dari genre tersebut.

Sekelompok anak2 cowok yang dikirim ke sebuah 'maze' dengan maksud (kalo menurut gue sih) untuk dibunuhin satu2 oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya wicked.

This Thomas the belami boy (meminjam istilah teman saya, Mahendra), yang dari awal film udah mengambil peran sebagai Alpha Male ini, apparently (udah sangat diduga) menjadi bad sekaligus good guy dalam film ini. Bad guy, krn sebenernya dia juga yang ngirim sekumpulan mas2 Belami ke 'maze', yet a good guy who set them free at last.

Cinematography nya luar biasa bagus, dan CGI nya berhasil bikin gue percaya kalo robot laba2 do exist! Film yang bergenre kiyut tapi sadis ini juga lumayan berkiblat ke film Horror bok.. Sukanya ngasih efek suara keras di tengah2 adegan sepi suara. So BE PREPARED!

Keseluruhan filmnya sih OK, cuma kurang unsur kejutan aja. Gue sih ga sabar nunggu sequelnya.. Ini thomas pasti bakal jadi ganteng dan jadi badannya deh, belajar dr pengalaman jacob the werewolf! Hahahaa..

SELAMAT MENONTON WAN KAWAN..

Rating
3/5

Selasa, 14 Oktober 2014

The Judge (2014)

Film ini bikin saya dilemma ngasih bintang deh.. Soalnya scene pertama kali yang keluar is 'dat ass' me lord, he really knows which part he's good at! Setelah adegan itu, sisa filmnya langsung blur.

Ga ada yang special dari ceritanya, anak durhaka, bapak yang keras, persamaan background (apapun) antara bapak dan anak, masa lalu yang kelam, ternyata bapaknya sayang, ternyata bapaknya sakit, sad happy ending. Tinggal ambil template aja dari perpustakaan ini mah. Tinggal ganti pemeran, jenis penyakit, musibah kelam masa lalu, benang merah karakter bapak dan anak, ending kembali ikutin template. ini juga bisa dipilih, mau pilih yang (agak) out of the box (ngaco banget macem 'Knowing' yang tiba2 akhirnya ada malaikat, atau ternyata pemeran utamanya Alien), ikutin korea drama (yang biasanya diakhiri dengan kematian pada sang pemeran utama), atau ikutin ending Disney tempo doeloe (yg sekarang baik alur dan ending mulai banyak berubah) semuanya senaaaang (hepi ending)!

Terus apa yang spesial dong mi dengan film ini? Tenang, ga semuanya dalam film ini busuk kok, minimal kalo emang template semua pemainnya kelas A semua actingnya. Scene dimana Robert Dawney Junior (RDJ) dateng ke rumahnya dan bertemu dengan ibunya (di peti matinya), ini salah satu scene tersedih yang menurut gue tersampaikan dengan sangat baik tanpa harus membuat gue menggerung2 nangis macam pemain sinetron Indonesia. Sentuhan tangan yang bergetar karena menahan tangis dan usapan halus menghapus air mata yang jatuh di pipi RDJ ketika pertama kali melihat ibunya terbaring kaku di peti, ini merupakan adegan paling haru menurut gue, RDJ bisa menyampaikan kesedihannya tanpa harus nangis meraung2, garuk2 tanah, atau banting2 gelas (ini cuma terjadi di sinetron Indonesia!) untuk ngasih tau kalo dia tuh sedih banget kehilangan ibunya (yang katanya satu satunya keluarga yang masih sayang sama dia). Kenapa scene ini yang jadi pilihan gue? Gue langsung kebayang nyokap, WHAT WOULD I DO WITHOUT HER??? Nggak brani mikir deh langsung! CUKUP MI! Selain adegan di atas, adegan dimana bapaknya muntah2 dan poop di kamar mandi juga keren, ini cukup menyayat juga nih, Bapak yang sudah terlalu lemah untuk melangkah ke toilet sekaligus gengsi meminta bantuan anaknya, yang malah akhirnya dia justru memperlihatkan kelemahannya lagi dengan tanpa sengaja poop di lantai. Dengan malu yang tertahan ia akhirnya menyerah tanpa perlawanan terhadap anaknya, yang dengan sigap membantu sang bapak membersihkan diri. MAN! Disini acting mereka OK banget!

Untuk sisanya cuma menang di Hollywood speech! sama errrrr.... me lord.. itu bokong kenapa sexy bangettt (sengaja biar kalian ga terlalu larut sama kesedihan film ini) :p Tapi seriusan boook.. kalo ga mau nangis pikirkan 'dat ass' nya aja (dimana bagian itu SERING banget dilitain) Thanks to Mrs. Dawney Jr. for letting her husband to show his yummy *** to the world :D hahahahaha

Satu hal yang disayangkan disini nih, nonton film ini jadi ga beda dengan nonton iron man. RDJ mainnya ya gitu2 aja.. Actingnya mulai ga jauh2 dari bad boy yang slengean, belagu tapi mama's boy. Coba ambil langkah Russel Crow dan Hugh Jackman, the gladiator and Wolverine who sings Seriosa! Kali jadi kliatan beda... :p

Selasa, 07 Oktober 2014

Lights Out - Who's There Film Challenge (2013)


Bagi para pecinta ataupun yang ngaku-ngaku suka film horror, film horror berdurasi 2 menit ini kayaknya bagus ditonton sendirian dikala malam dan gerimis mengundang (kalo yang bermasalah dengan jantung ada baiknya skip film ini)

Filmnya sih emang 2 menit, tapi efeknya bisa sebulan bok.Gara2 film ini gue sempet ga berani matiin lampu kamar. Sound effect yang ga terlalu berlebihan, cerita yang nggak terlalu dipaksakan (sebenernya sih ga ada ceritanya, ini film emang cuma niat untuk nakutin lo doang), hantu yang ga banyak lagu (cuma berdiri manis dan senyum sumringah aja kok), tapi justru ini yang bikin merinding. Mending dinikmatin sendiri aja deh...

Senin, 06 Oktober 2014

Haunt (2013)

Nggak usah terkecoh dengan poster filmnya. Untuk pecinta film Horror sejati, percaya deh, nonton film ini kayak cuma dikitik2 doang. Belum lagi seluruh cerita yang ga ada nyambungnya dengan sejarah yang diceritakab di cerita awal.

Bintang satu cukup lah yaaa, karena hantunya lumayan bikin tutup kuping, walaupun hantunya agak2 canggih karena gayanya kayak film2 modern tahun 2050 an gitu, soalnya hologram gitu, hehehehe anywaaay mari kita mulai reviewnya:

Di awal cerita kita diceritain mengenai sejarah keluarga Morello yang terdiri dari seorang Bapak, seorang Ibu, dan 1 anak perempuan paling besar, 1 anak laki kedua dan 1 anak perempuan terakhir. Dimana mereka semua meninggal dibantai sama sebuah hantu hologram. Kecuali sang Ibu, kalo disisain gini udah pasti ketebak dong yaaaaaa siapa penjahat aslinyaaa... Nggak perlu Sherlock Holmes untuk memecahkan masalah cemen kayak gini ga sih? (gue kasih ending filmnya disini aja ya) YES! Ibunya adalah penjahat di film ini, dimana dia ngebunuh seorang ibu yang punya anak bayi (karena nanti ditengah2 film ada suara suara bayi, dimana korelasinya? nanti gue jabarin setelah ini) yang ternyata si Ibu yang punya bayi ini adalah selingkuhannya Bapak Morello, ceritanya si Ibu cemburu buta brooo.. akhirnya dibunuhlah tuh si selingkuhan, yang akhirnya jadi hantu penunggu rumah itu.

Lalu rumah tersebut dijual dan dibeli sama keluarga Asher, yang mana terdiri dari seorang bapak, ibu dan 3 anak yang urutannya SAMA PERSIS dengan keluarga Morello. Kalo ngeliat urutannya udah pasti kita semua bakal nebak ga sih kalo mereka juga akan dibantai SAMA PERSIS kayak keluarga Morello? OK hold your breath people! INI SEMUA NGGAK ADA KAITANNYA! Selain si Anak cowok yang tengah, yang lainnya blas ga ada yang PENTING, dan peristiwanya pun SAMA SEKALI nggak mirip dengan keluarga Morello. Lalu kenapa keluarganya harus 5 juga? sampe sekarang itu juga menjadi misteri buat saya.

Kepentingan bapak, ibu dan 2 anak lainnya sama sekali ga penting, isi dari cerita ini semuanya cuma 2 anak remaja kasmaran (si anak cowok tengah yang gue ceritain tadi dan cewek tetangga yang ada korelasinya dengan paragraf 3) yang keluar masuk rumah orang sembarangan dan ngajakin bercinta (tipikal film horor yang kayaknya yakin filmnya ga cukup menakutkan untuk membuat para pecinta film horor untuk tetap duduk manis di bangkunya). Anyway, si anak cewek tetangga itu (pasti kalian udah bisa nebak dong setelah gue jabarin di atas tadi?) Si anak tetangga ini adalah si anak ibu selingkuhan yang dibunuh sama Ibu Morello, ceritanya ibunya masuk ke tubuh anaknya buat bales dendam yang gue ga tau kenapa kok malah bales dendam sama anak kedua keluarga Asher. Long story short, dari film ini yang ga selamet cuma si anak cowok yang bercinta dengan si anak cewek tetangga ini, karena tiba2 si anak cewek kerasukan tubuh si Ibu dan mukul kepala si anak cowok berkali-kali sampe akhirnya mati (ya kali kalo dia idup jadinya film superman mi!)

Berantakannya review gue sama persis dengan berantakannya cerita film ini (kenapa lo jadi nyalahin filmnya mi? Ini mah emang tulisan lo aja yang ga jelas!). Banyak yang ga nyambung, dan dipaksakan serta twist film yang dengan mudah dipecahkan di 10 menit pertama film ini. Saran gue, ga usah ditonton, kecuali udah ga ada lagi film horor yang tayang di bioskop!

Rating:
1/5

Kamis, 02 Oktober 2014

The Giver (2014)

The giver, typical film Hollywood masa kini (cowok2 ABG tampan, nyaris mapan tapi selalu galau, dan ga sadar bahwa dia adalah the chosen one, serta divergent all over again type).

Gimana cara mendeskripsikan film ini dalam satu kata ya? mungkin 'EH!' yang paling cocok menggambarkan film ini, hahahah bingung? Jadi ya dengan sedikit unsur kesadisan yang dikemas dengan ke'manis'an dan tidak ada rasa bersalah, membuat film ini jadi sedikit 'gelap' dan suram, jangan lupa unsur manis tadi ya.. Hahaha, tapi beneran deh ini filmnya kayak semacam 'EH' nggak sengaja suram, 'EH' nggak sengaja sadis, 'EH' nggak sengaja keji, atau 'EH' nggak sengaja innocent.

Ok mungkin ada baiknya gue jabarkan disini penjelasan mengenai 'EH' nggak sengaja ini ya, Here we go: Sebuah dunia baru yang damai dan aman sentausa diciptakan karena semakin rusaknya (menurut para the elders) dunia yang mereka tinggali sebelumnya. Diciptakannya sebuah dunia baru ini maksudnya sih biar ga ada perang lagi. Nah gimana caranya mereka mencegah perang? Mereka menghilangkan yang namanya 'emosi' dalam tubuh manusia dengan cara menyuntikkan obat setiap harinya ke tubuh orang-orang yang tinggal di community tersebut. In a seemingly perfect community, without war, pain, suffering, differences or choice, a young boy is chosen to learn from an elderly man about the true pain and pleasure of the "real" world.

Dengan tidak adanya emosi pada masing-masing manusia di community ini, secara otomatis, mereka ga tau gimana sedihnya kehilangan orang yang sangat penting dalam hidup mereka. Membunuh... errrr... send to a better place, kalo boleh menggunakan bahasa mereka, merupakan hal yang biasa bagi mereka. Menyuntikkan obat ke kepala bayi yang baru lahir supaya bayinya mati, menjadi hal yang wajar bagi mereka yang sudah tidak lagi mempunyai emosi jiwa. Cobaaa... kalo kejadian ini namanya bukan "EH nggak sengaja" sadis, lantas apa yang bisa menggambarkan kejadian macam gini? Toleransi gue terhadap hal-hal sadis sangat tinggi, tapi tidak terhadap bayi...

Anywaaaay, seperti biasa kan ya, kalo udah ngomongin 'the chosen one' biasanya akan berakhir dengan pemberontakan, nah film ini ga lepas dr paradigma pemberontakan juga. Film Hollywood udah sebaiknya merombak hal-hal macam gini deh.. Mulai dari NEO the ONE, yang ternyata titisan superman, bisa berentiin peluru dan berantem sambil terbang. Lalu, kalo yang ini saya mah ga mau protes, Harry potter, yang ternyata titisan Siluman Ular Putih asal Tiongkok, bisa berkomunikasi sama Nagini the snake. Mas-mas the chosen one ini semuanya memberontak dari aturan yang sudah tercipta ratusan tahun dan hanya dalam 3 atau 7 series of the movie mereka bikin dunia porak poranda di akhir cerita. Typical film Hero, yang mau ga mau kita bakal setuju dengan semua tindakan mereka di akhir cerita sih. Bahkan ketika McCall the equalizer, membunuh mafia Russia yang ngegamparin temennya, sadis.. tapi jadi membenarkan karena itu musuh.

Intinya sih, filmnya asik di tonton, EH nggak sengaja agak berat sih filmnya, tapi kalo ditonton ga pake mikir juga bisa kok, nikmatin aja ke intim an antar sesama pemainnya :D

Enjoyed!

Rating:
3/5

Annabelle (2014)


Alurnya yang terlalu lambat dan keterbatasan acting si pemeran utama bikin film ini semakin terpuruk, kalo boleh pinjem istilah teman saya, Nechan, main talentnya berakting seperti "how to act scared but still look pretty"! Couldn't agree more Ne!

Banyak banget adegan yang menurut gue ga perlu ada:

1. Adegan dimana Father Perez yang di akhir khotbahnya mengambil gambar Mia (nama si Ibu) dan Leah (nama si anak) nya, dimana kita semua pasti akan berpikir bahwa bakal ada sesuatu di foto tersebut setelah di cetak nantinya. Taunya? Aman sentausa aja tuh sampe akhir film.

2. Mia ini nekat deh, setelah beberapa kejadian menyeramkan menimpa dirinya, dia masih bisa ninggalin Leah sendirian di Apartemen, gue kasih gambaran mengapa leah nggak boleh ditinggal sendirian ya, LEAH ITU MASIH BAYI!!!! Bisa2nya Mia ninggalin Leah sendirian di apartemennya demi naro kardus bekas pindahannya ke basement apartemen yang minimal ada 8 lantai itu.Untuk seorang ibu yang digambarkan rela mati demi anaknya ini? GAGAL TOTAL!

The great Thor in Loréal commercial :D
3. Meneruskan istilah Nechan, "how to act scared but still look pretty"!, MAN ini gue tekankan lagi yaaa... Dia seriusan ga bisa acting sama sekali! Muka sedih, takut, nangis, kesakitan, seneng? Semuanya SAMA! Belum lagi rambut pirangnya yang ga pernah berubah selalu bagus itu, mengingatkan gue akan thoreal!

4. Memasukki tengah film, genre film ini berubah total, bukan lagi horror mencekam melainkan jadi film komedi.. Semua unsur kengerian seketika ambles ketika ditengah2 film tiba2 muncul Iblis bermuka the Green Goblin (spiderman's enemy, red). Boooook, Badut IT aja bahkan lebih nyeremin dari Iblis bermuka james franco ini...MAN C'MON! We need Ghosts NOT demon macam lutung kasarung (tadinya mau bilang kambing item, cuma kasian kalo kambing, dia udah sering disalahin, walaupun emang lebih mirip kambing karena bertanduk sih, udahlah yaaa) ditambahin taring, sayap dan mata merah aja.

Kayaknya produser, film maker, sutradara atau apapun lah namanya yang terkait dengan film ini ada baiknya nyoba keluar dari pattern Insidious atau Conjuring deh.. Sekali dikagetin model Insidious? kita masih takut, kedua dikasih Conjuring? kita amsih bisa ngeri, ketiga dikasih Annabelle? Semua jadi gampang ditebak! Kalo bikin film Horror jangan juga cuma ngandelin suara ngagetin ah...

WE WANT MORE!

PS: ini film horror pertama yang menyajikan Win Win Solution untuk sebuah ending. 

Rating
1/5