Alurnya yang terlalu lambat dan keterbatasan acting si pemeran utama bikin film ini semakin terpuruk, kalo boleh pinjem istilah teman saya, Nechan, main talentnya berakting seperti "how to act scared but still look pretty"! Couldn't agree more Ne!
Banyak banget adegan yang menurut gue ga perlu ada:
1. Adegan dimana Father Perez yang di akhir khotbahnya mengambil gambar Mia (nama si Ibu) dan Leah (nama si anak) nya, dimana kita semua pasti akan berpikir bahwa bakal ada sesuatu di foto tersebut setelah di cetak nantinya. Taunya? Aman sentausa aja tuh sampe akhir film.
2. Mia ini nekat deh, setelah beberapa kejadian menyeramkan menimpa dirinya, dia masih bisa ninggalin Leah sendirian di Apartemen, gue kasih gambaran mengapa leah nggak boleh ditinggal sendirian ya, LEAH ITU MASIH BAYI!!!! Bisa2nya Mia ninggalin Leah sendirian di apartemennya demi naro kardus bekas pindahannya ke basement apartemen yang minimal ada 8 lantai itu.Untuk seorang ibu yang digambarkan rela mati demi anaknya ini? GAGAL TOTAL!
![]() |
| The great Thor in Loréal commercial :D |
3. Meneruskan istilah Nechan, "how to act scared but still look
pretty"!, MAN ini gue tekankan lagi yaaa... Dia seriusan ga bisa acting
sama sekali! Muka sedih, takut, nangis, kesakitan, seneng? Semuanya
SAMA! Belum lagi rambut pirangnya yang ga pernah berubah selalu bagus
itu, mengingatkan gue akan thoreal!
4. Memasukki tengah film, genre film ini berubah total, bukan lagi horror mencekam melainkan jadi film komedi.. Semua unsur kengerian seketika ambles ketika ditengah2 film tiba2 muncul Iblis bermuka the Green Goblin (spiderman's enemy, red). Boooook, Badut IT aja bahkan lebih nyeremin dari Iblis bermuka james franco ini...MAN C'MON! We need Ghosts NOT demon macam lutung kasarung (tadinya mau bilang kambing item, cuma kasian kalo kambing, dia udah sering disalahin, walaupun emang lebih mirip kambing karena bertanduk sih, udahlah yaaa) ditambahin taring, sayap dan mata merah aja.
Kayaknya produser, film maker, sutradara atau apapun lah namanya yang terkait dengan film ini ada baiknya nyoba keluar dari pattern Insidious atau Conjuring deh.. Sekali dikagetin model Insidious? kita masih takut, kedua dikasih Conjuring? kita amsih bisa ngeri, ketiga dikasih Annabelle? Semua jadi gampang ditebak! Kalo bikin film Horror jangan juga cuma ngandelin suara ngagetin ah...
WE WANT MORE!
PS: ini film horror pertama yang menyajikan Win Win Solution untuk sebuah ending.
Rating
1/5


Tidak ada komentar:
Posting Komentar