Kamis, 02 Oktober 2014

The Giver (2014)

The giver, typical film Hollywood masa kini (cowok2 ABG tampan, nyaris mapan tapi selalu galau, dan ga sadar bahwa dia adalah the chosen one, serta divergent all over again type).

Gimana cara mendeskripsikan film ini dalam satu kata ya? mungkin 'EH!' yang paling cocok menggambarkan film ini, hahahah bingung? Jadi ya dengan sedikit unsur kesadisan yang dikemas dengan ke'manis'an dan tidak ada rasa bersalah, membuat film ini jadi sedikit 'gelap' dan suram, jangan lupa unsur manis tadi ya.. Hahaha, tapi beneran deh ini filmnya kayak semacam 'EH' nggak sengaja suram, 'EH' nggak sengaja sadis, 'EH' nggak sengaja keji, atau 'EH' nggak sengaja innocent.

Ok mungkin ada baiknya gue jabarkan disini penjelasan mengenai 'EH' nggak sengaja ini ya, Here we go: Sebuah dunia baru yang damai dan aman sentausa diciptakan karena semakin rusaknya (menurut para the elders) dunia yang mereka tinggali sebelumnya. Diciptakannya sebuah dunia baru ini maksudnya sih biar ga ada perang lagi. Nah gimana caranya mereka mencegah perang? Mereka menghilangkan yang namanya 'emosi' dalam tubuh manusia dengan cara menyuntikkan obat setiap harinya ke tubuh orang-orang yang tinggal di community tersebut. In a seemingly perfect community, without war, pain, suffering, differences or choice, a young boy is chosen to learn from an elderly man about the true pain and pleasure of the "real" world.

Dengan tidak adanya emosi pada masing-masing manusia di community ini, secara otomatis, mereka ga tau gimana sedihnya kehilangan orang yang sangat penting dalam hidup mereka. Membunuh... errrr... send to a better place, kalo boleh menggunakan bahasa mereka, merupakan hal yang biasa bagi mereka. Menyuntikkan obat ke kepala bayi yang baru lahir supaya bayinya mati, menjadi hal yang wajar bagi mereka yang sudah tidak lagi mempunyai emosi jiwa. Cobaaa... kalo kejadian ini namanya bukan "EH nggak sengaja" sadis, lantas apa yang bisa menggambarkan kejadian macam gini? Toleransi gue terhadap hal-hal sadis sangat tinggi, tapi tidak terhadap bayi...

Anywaaaay, seperti biasa kan ya, kalo udah ngomongin 'the chosen one' biasanya akan berakhir dengan pemberontakan, nah film ini ga lepas dr paradigma pemberontakan juga. Film Hollywood udah sebaiknya merombak hal-hal macam gini deh.. Mulai dari NEO the ONE, yang ternyata titisan superman, bisa berentiin peluru dan berantem sambil terbang. Lalu, kalo yang ini saya mah ga mau protes, Harry potter, yang ternyata titisan Siluman Ular Putih asal Tiongkok, bisa berkomunikasi sama Nagini the snake. Mas-mas the chosen one ini semuanya memberontak dari aturan yang sudah tercipta ratusan tahun dan hanya dalam 3 atau 7 series of the movie mereka bikin dunia porak poranda di akhir cerita. Typical film Hero, yang mau ga mau kita bakal setuju dengan semua tindakan mereka di akhir cerita sih. Bahkan ketika McCall the equalizer, membunuh mafia Russia yang ngegamparin temennya, sadis.. tapi jadi membenarkan karena itu musuh.

Intinya sih, filmnya asik di tonton, EH nggak sengaja agak berat sih filmnya, tapi kalo ditonton ga pake mikir juga bisa kok, nikmatin aja ke intim an antar sesama pemainnya :D

Enjoyed!

Rating:
3/5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar